
Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa penting untuk mengerti
tahap-tahap perkembangan otak anak. Setelah mempelajari masalah
perkembangan otak anak, saya baru mengerti kenapa sangat penting untuk
menjaga kesehatan anak, terutama otak anak dari musuh luar (toxin,
bakteri dan virus) utamanya saat nol sampai 3 tahun. Karena ternyata
tingkat kematangan otak (terbentuk jaringan antar neuron) berjalan tahap
demi setahap. Bila pada tahap kritis ini (0 sampai 3 tahun) terjadi
pemutusan axon (jaringan penghubung antar neuron), maka bisa dipastikan
jaringan tersebut tidak akan dapat bersambung lagi sampai logam berat
dikeluarkan dari otak. Semakin muda anak terpapar logam beracun, maka
semakin dinilah terjadinya pemutusan axon, dan berakibat semakin banyak
bagian otak yang tidak dapat membuat jaringan neuron, efeknya tingkat
autisme anak semakin berat.
HHhh… Hal-hal inilah yang menjadi dasar bagi
pengetahuan, kenapa anak autis tidak dapat bicara, mengepak-ngepak, dan
hal-hal aneh lainnya, yang tidak kita jumpai dimasa lalu.
Apakah anda pernah melihat film bayi menghisap ibu jarinya dalam perut?
Ya. Sejak dalam kandungan, bayi sudah menstimulasi otak bagian sensor
dan motoriknya. proses pembuatan myelin untuk otak bagian sensor
dan motorik juga sudah dimulai sejak masih dalam kandungan. Dari semua
syaraf hanya syaraf penglihatan saja yang belum berkembang. Bukannya
belum ada, tapi sebab tidak ada yang dilihat (di dalam perut gelap,
tidak kelihatan apa-apa), otomatis syarat penglihatan belum difungsikan.
Tapi sudah siap.

Proses pembentukan jaringan otak pada bayi dan kanak-kanak
Tahap-tahap kematangan otak anak tergantung pada
banyaknya pengalaman yang didapat anak dari stimulasi yang diterimanya.
Karena pentingnya stimulasi ini, disinilah pentingnya peran orangtua
atau pengasuh dalam memberikan stimulasi sebanyak-banyaknya kepada bayi,
Semakin banyak stimulasi yang diberikan, semakin berkembang pula jaringan neuron di otak bayi.
Bayi
belajar komunikasi dan ekspresi sejak dini melalui sensor (penglihatan,
pendengaran, raba). Di gambar diatas, bayi tidak hanya memasukkan
kata-kata yang didengar ke memorinya, ia juga mempelajari ekspresi wajah
dan gerakan tubuh ibunya.
Untuk motorik, pada tahap 0 sampai 3 tahun, bayi mengalami kemajuan
yang pesat pula. Semakin sering bayi melatih motoriknya, jaringan neuron
di otak bagian motorik (motoric cortex) semakin banyak, massa otot di
seluruh tubuh bayipun semakin besar dan kuat. Inilah yang menunjang
pergerakan bayi mulai dari berbalik, duduk, berdiri dan berjalan.
Setiap
saat bayi juga melatih motorik halusnya, melalui gerakan-gerakan
seperti meraih benda, memegang benda, memukul benda dan sebagainya.
Tahap-tahap kematangan otak anak sesuai usianya,
Lalu kenapa dikatakan anak prematur lebih riskan pada autisme
dibanding anak yang lahir cukup umur? Jawabannya boleh lihat pada
gambar berikut ini :
Perbedaan kematangan otak pada anak yang lahir prematur dengan yang cukup umur (40bulan),
Sebelah
kiri adalah otak premie usia 29 minggu, sebelah kanan otak bayi 40
minggu. Hanya dalam 11 minggu telah terjadi perubahan luar biasa besar
pada otak bayi.
Dari foto diatas, kita bisa lihat bahwa semakin muda usia bayi saat
dilahirkan, maka semakin muda pula tingkat kematangan otaknya, dan
semakin riskan pula otaknya dalam mengatasi “musuh”. Bagaimana dengan
otak anak yang kurang mendapat perhatian?
Sebelah kiri adalah otak anak normal, sebelah kanan adalah otak anak yang diabaikan.
Hikss.. sangat menyedihkan.. Akibat kurangnya sentuhan dan kasih
sayang, hasil brain scan menunjukkan otak anak yang diabaikan tidak
tumbuh sebaik anak yang mendapat cukup kasih sayang. Gambar diatas juga
menunjukkan adanya area yang “hilang” akibat tidak/kurang stimulasi.
Sebetulnya ini tidak ada hubungannya dengan autisma, tapi berhubung
saya suka bayi-bayi, saya ingin menunjukkan bahwa pola pergerakan
bayipun berubah sesuai usianya. Gambar A menunjukkan bayi usia 2/3 bulan
belajar berenang, gerakannya masih seperti gerakan kadal. Gambar B
menunjukkan tahap perkembangan selanjutnya. Gambar C adalah pola gerakan
bayi yang sudah jauh berubah, sudah beradaptasi, sudah tidak seperti
kadal lagi, sudah bisa mengatasi hambatan gravitasi. Dikatakan oleh
Coghill, seorang ahli neuromaturation (kematangan neuron) bahwa
gerakan-gerakan di gambar C menunjukkan bayi sudah memiliki koordinasi
motorik yang bagus, yang berguna sebagai dasar untuk bayi belajar
berjalan. hehee…
Tiada ulasan:
Catat Ulasan